Tentang Kata 'Maha' di dalam Terjemahan Alquran Indonesia
Sebagian besar umat Islam mungkin akrab dengan istilah Asmaulhusna (bahasa Arab: الأسماء الحسنى, transliterasi: al-asmā’ al-ḥusnā). Secara harfiah, istilah ini terdiri atas dua kata: الأسماء (al-asmā’), yang berarti ‘nama’ atau ‘sebutan’, dan الحسنى (al-ḥusnā), yang berarti ‘baik’ atau ‘indah’. Maka menurut istilah, Asmaulhusna dapat dipahami sebagai ‘nama-nama Allah subḥānahu wataʿālā yang indah’.
Di dalam terjemahan Alquran bahasa Indonesia, kata ‘maha’ digunakan sebelum atribut atau sifat yang disandangkan pada Allah subḥānahu wataʿālā. Misalnya, الرحمان diterjemahkan sebagai ‘Maha Penyayang’ dan الرحيم sebagai ‘Maha Pengasih’.
Artikel singkat ini akan mengulas penggunaan kata ‘maha’ di dalam terjemahan Alquran bahasa Indonesia dengan memakai pendekatan linguistik korpus. Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, lema ‘maha’ berarti sangat, amat, atau teramat, khususnya dalam konteks Tuhan. Senada, Tesaurus Bahasa Indonesia mencatat entri-entri untuk ‘maha’ yang berkaitan dengan Tuhan dan Ketuhanan, baik sebagai adjektiva (kata sifat) maupun nomina (kata benda).
Data artikel ini bersumber dari Terjemahan Alquran Indonesia versi Kementerian Agama RI yang diubah menjadi korpus–sekumpulan teks yang diproses dan disimpan secara elektronik menggunakan perangkat lunak tertentu. Terungkap ada 639 atribut atau sifat di dalam korpus terjemahan tersebut yang didahului oleh kata ‘maha’. Setelah menghitung frekuensi masing-masing frasa atribut atau sifat yang muncul lebih dari sekali di dalam data, terdapat 31 atribut atau sifat unik.
[caption id=“attachment_57” align=“aligncenter” width=“600”] Tabel 1 - Seluruh atribut atau sifat yang didahului kata ‘maha’[/caption]
Hasil analisis data menunjukkan bahwa ‘maha mengetahui’ adalah atribut yang paling sering muncul, dengan total kemunculan sebanyak 167 kali. Atribut ini diikuti oleh ‘maha penyayang’, yang tercatat sebanyak 120 kali. Selanjutnya, ‘maha pengampun’ muncul sebanyak 96 kali, sedangkan ‘maha pengasih’ muncul 65 kali, dan ‘maha mendengar’ tercatat 45 kali. Frekuensi kemunculan atribut-atribut ini menyiratkan penekanan yang kuat pada sifat-sifat Allah yang mencerminkan pengetahuan, kasih sayang, pengampunan, dan perhatian yang mendalam pada makhluknya.
Selain itu, dengan ratusan atribut yang didahului kata ‘maha’, temuan ini tidak hanya memperkaya pemahaman kita tentang terjemahan Alquran bahasa Indonesia, tetapi juga menerangkan bagaimana bahasa dapat mencerminkan dan menyampaikan konsep Ketuhanan secara lebih tegas.
Semoga artikel singkat ini dapat mendorong kita untuk lebih mendalami dan memahami keagungan sifat-sifat Allah dalam setiap aspek kehidupan kita. Semoga kita senantiasa menjadi hamba Allah yang selalu mengingat dan mengagungkan-Nya dalam setiap langkah kita. آمين يا رب العالمين.
Penafian
1. $1
2. $1
3. $1
4. $1