Skip to main content

Tukang Parkir Liar dan Ormas

1 min 160 words

Sekitar tahun 2021, saya pernah melakukan transaksi COD ponsel bekas di Indomaret di salah satu jalan di Kec. Coblong, Kota Bandung. Selepas transaksi, seller bergegas dan pergi sembari menyerahkan uang dua ribu ke seorang tukang parkir liar; saya masih nongkrong di parkiran.

Berselang beberapa menit, datang seseorang yang memakai kaos ormas; sebuah ormas lokal yang menurut amatan saya aktif di kota-kota di Jawa Barat—setidaknya saya tahu mereka ada di Kab. Garut dan wilayah Bandung Raya. Rupanya, orang ormas tersebut bermaksud menagih setoran ke tukang parkir liar di situ.

Tak sengaja saya mencuri dengar obrolan mereka berdua soal sebuah Warung Kopi di seberang Indomaret itu yang menolak lahan parkirnya dikelola secara liar.

“Si Anying, isuk ku aing ontrog geura,” kata orang ormas itu misuh-misuh setelah mendengarkan penjelasan si tukang parkir liar yang menyerahkan uang setoran tadi.

Sudah lama sekali saya mendengar kabar bahwa ormas adalah aktor utama di balik tukang parkir liar, tetapi baru pertama kali ini saya menyaksikannya secara langsung.